Tambang Pasir Ilegal di Bintan: Penegak Hukum Diminta Bertindak Adil, Kenapa Baru Ditutup Setelah Satu Kelompok Berhenti?

Ilustrasi Kabar News Line

KabarNewsLine Aktivitas tambang pasir ilegal di Bintan kembali menjadi perhatian. Masyarakat mempertanyakan kebijakan pihak berwenang yang baru mengambil langkah penutupan setelah salah satu kelompok penambang menghentikan operasinya. Padahal, kelompok tersebut sebelumnya mengelola puluhan titik penambangan di wilayah tersebut.

Salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keheranannya terhadap situasi ini. “Kelompok itu sudah berjalan sekitar tiga bulan dengan puluhan titik tambang. Kenapa baru sekarang ada desakan untuk menutup yang lain? Harusnya dari awal dilakukan penertiban, biar adil. Banyak warga yang masih bergantung pada pekerjaan ini, sementara pasir juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti inkonsistensi dalam kebijakan penutupan tambang ilegal. “Kalau memang aktivitas ini melanggar aturan, kenapa tidak ditindak sejak dulu? Jangan sampai ada kesan hanya bertindak setelah kelompok tertentu berhenti beroperasi,” tambahnya.

Situasi ini menimbulkan beragam spekulasi di tengah masyarakat terkait transparansi dalam penegakan hukum. Harapan pun muncul agar aparat bertindak tegas dan tidak tebang pilih dalam menangani tambang ilegal, terutama yang berdampak pada lingkungan dan mata pencaharian warga. Hingga berita ini diterbitkan, pihak berwenang di Bintan belum memberikan pernyataan resmi terkait kebijakan penutupan tambang pasir ilegal ini.

Posting Komentar

0 Komentar