KabarNewsLine -Di era digital ini, hampir semua hal bisa didapat dengan instan. Makanan tinggal pesan, informasi tersedia dalam hitungan detik, bahkan kesuksesan pun seringkali dianggap bisa diraih dengan cepat.
Namun, di tengah arus kecepatan ini, apakah kita masih memiliki ruang untuk kesabaran? Kesabaran bukan sekadar menunggu, melainkan kemampuan mengelola emosi, memahami proses, dan menerima bahwa tidak semua hal bisa terjadi dalam sekejap.
Sejarah membuktikan, banyak tokoh besar meraih keberhasilan bukan karena mereka terburu-buru, tetapi karena mereka tahu kapan harus bertahan dan kapan harus melangkah.
Lihat saja Thomas Edison, yang gagal ribuan kali sebelum berhasil menciptakan bola lampu. Atau Nelson Mandela, yang menghabiskan puluhan tahun di penjara sebelum akhirnya memimpin bangsanya.
Mereka bukan hanya pekerja keras, tetapi juga pribadi yang memahami bahwa setiap perjuangan butuh waktu.
Sayangnya, di zaman ini, kita sering kehilangan kesabaran. Sedikit saja hambatan muncul, kita mudah mengeluh atau menyerah. Padahal, setiap rintangan adalah bagian dari proses yang mengajarkan kita sesuatu.
Di hari Jumat yang penuh berkah ini, mari kita renungkan: Apakah kita masih bisa bersabar dalam menghadapi kehidupan? Ataukah kita telah terjebak dalam budaya serba instan yang justru menjauhkan kita dari makna perjuangan?
Kesabaran bukan tanda kelemahan, melainkan kekuatan. Dan di dunia yang serba cepat ini, mungkin mereka yang paling sabar justru yang akan bertahan paling lama.
0 Komentar